Prudential Syariah Bagikan Tips Kelola THR Agar Keuangan Tetap Aman Setelah Lebaran

Kamis, 12 Maret 2026 | 08:55:22 WIB
Prudential Syariah Bagikan Tips Kelola THR Agar Keuangan Tetap Aman Setelah Lebaran

JAKARTA - Musim pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) telah tiba. THR bisa dinikmati untuk merayakan Lebaran, tetapi tetap perlu dikelola dengan bijak. Menyeimbangkan antara kebutuhan dan keinginan akan membantu untuk tetap bisa menikmati momen kebersamaan tanpa menimbulkan tekanan finansial setelah Lebaran.

Empat Prioritas Penggunaan THR

Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah Vivin Arbianti Gautama menyampaikan bahwa THR sebaiknya dipahami sebagai rezeki yang perlu dikelola dengan perencanaan yang jelas. Menurutnya, penggunaan dana tersebut perlu diarahkan pada prioritas yang memberi manfaat tidak hanya untuk saat ini, tetapi juga masa depan.

Hal itu disampaikan Vivin Arbianti Gautama, Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah. Menurutnya, THR sebaiknya dimaknai sebagai rezeki yang perlu dikelola dengan tujuan jelas. Ia menyarankan empat prioritas penggunaan THR, yakni untuk ibadah seperti zakat dan berbagi, kebutuhan Lebaran, kebutuhan masa depan melalui tabungan atau investasi, serta proteksi keluarga.

Dengan pembagian tersebut, masyarakat dapat tetap menikmati momen Lebaran tanpa mengabaikan aspek perencanaan keuangan jangka panjang.

“Perencanaan keuangan tidak hanya soal mengumpulkan uang, tetapi juga melindungi aset yang sudah dimiliki agar keluarga tetap aman secara finansial setelah Lebaran,” kata Vivin dalam keterangannya.

Strategi Mengatur Keuangan dengan Formula 50–30–20

Selain menetapkan prioritas penggunaan dana, Vivin juga menyarankan strategi sederhana dalam mengelola THR. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah formula pembagian dana 50–30–20 yang cukup mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Vivin mengingatkan bahwa kestabilan keuangan merupakan bagian dari rasa aman bagi keluarga, meski sering kali tidak terlihat. Ia menyarankan strategi sederhana untuk mengatur keuangan menjelang Lebaran dengan formula 50–30–20. Artinya, sekitar 50% dana dialokasikan untuk kebutuhan Lebaran termasuk zakat, 30% untuk tabungan atau rencana masa depan, dan 20% untuk perlindungan finansial seperti dana darurat atau asuransi.

Pendekatan ini dinilai dapat membantu masyarakat menjaga keseimbangan antara kebutuhan jangka pendek dan perencanaan keuangan jangka panjang.

Dengan pembagian tersebut, sebagian dana tetap dapat digunakan untuk merayakan Lebaran bersama keluarga, sementara sisanya dapat disimpan sebagai tabungan atau perlindungan finansial jika terjadi kebutuhan mendadak.

THR Sebagai Momentum Evaluasi Keuangan

Lebaran juga dapat dimanfaatkan sebagai waktu yang tepat untuk mengevaluasi kondisi keuangan keluarga. Setelah menjalani rutinitas pengeluaran selama beberapa bulan, momen ini dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat perencanaan keuangan.

Menurutnya, THR juga bisa menjadi kesempatan untuk mengevaluasi kondisi keuangan. Setelah beberapa bulan menjalani rutinitas pengeluaran, momen Lebaran dapat dimanfaatkan untuk memperkuat tabungan atau dana darurat. Memiliki cadangan dana akan memberi rasa tenang karena keluarga tetap memiliki perlindungan jika terjadi hal tak terduga.

Selain memperkuat dana darurat, sebagian THR juga dapat digunakan untuk mulai berinvestasi. Langkah ini tidak harus dilakukan dengan jumlah besar, tetapi dapat dimulai secara bertahap dan konsisten.

Selain itu, bagi yang mulai memahami pentingnya perencanaan keuangan, sebagian THR juga bisa dialokasikan untuk investasi. Tidak harus dalam jumlah besar, tetapi dilakukan secara konsisten sebagai langkah membangun aset jangka panjang, misalnya untuk pendidikan anak atau tujuan keuangan lainnya di masa depan.

Dengan kebiasaan tersebut, masyarakat dapat membangun fondasi keuangan yang lebih kuat dalam jangka panjang.

Berbagi dan Perlindungan Keuangan Keluarga

Dalam tradisi Lebaran, berbagi dengan sesama merupakan salah satu nilai yang sangat penting. Karena itu, menyisihkan sebagian THR untuk zakat maupun sedekah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perayaan Idulfitri.

Lebaran juga identik dengan berbagi. Menyisihkan sebagian THR untuk zakat dan sedekah tidak hanya memenuhi kewajiban, tetapi juga memberi makna lebih dalam pada perayaan karena rezeki yang diterima dapat membawa manfaat bagi orang lain.

Selain berbagi, perlindungan finansial bagi keluarga juga menjadi hal yang perlu diperhatikan dalam perencanaan keuangan.

Dalam hal ini, Prudential Syariah merekomendasikan produk PRUCinta untuk keluarga, yaitu asuransi jiwa syariah yang memberikan perlindungan finansial jangka panjang terhadap risiko meninggal dunia, termasuk santunan lebih besar jika terjadi karena kecelakaan.

Vivin bilang, PRUCinta memberikan manfaat santunan meninggal dunia dari Dana Tabarru selama 20 tahun dengan masa pembayaran kontribusi selama 10 tahun. Produk ini juga menyediakan manfaat jatuh tempo berupa nilai tunai yang setara hingga 100% dari total kontribusi yang telah dibayarkan jika tidak terjadi klaim selama masa kepesertaan.

Selain itu, produk ini juga memberikan manfaat santunan hingga tiga kali lipat jika meninggal dunia akibat kecelakaan, serta hingga empat kali lipat santunan sesuai ketentuan polis jika kejadian tersebut terjadi dalam periode enam minggu sejak tanggal 1 Ramadan yang ditetapkan pemerintah.

Upaya Meningkatkan Literasi Keuangan Syariah

Untuk mendorong masyarakat semakin memahami pentingnya pengelolaan keuangan, Prudential Syariah juga mengadakan berbagai kegiatan edukasi selama bulan Ramadan.

Untuk meningkatkan literasi keuangan, Prudential Syariah juga menggelar Festival 1.000 Berkah di Masjid Agung Al-Azhar selama bulan Ramadan, berlangsung dari 19 Februari hingga 14 Maret 2026.

Kegiatan ini menghadirkan berbagai program yang bertujuan memberikan pemahaman lebih luas kepada masyarakat mengenai perencanaan keuangan berbasis prinsip syariah.

Kegiatan ini menghadirkan berbagai program seperti edukasi literasi keuangan syariah, edukasi kesehatan, program donasi, konsultasi peluang bisnis, serta pendampingan perencanaan keuangan berbasis prinsip syariah bagi masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan masyarakat dapat semakin memahami pentingnya mengelola keuangan secara bijak, termasuk dalam memanfaatkan THR agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi kehidupan keluarga di masa depan.

Terkini