BRIN Gunakan AI untuk Identifikasi Fenotipe Varietas Cabai Unggul

Rabu, 15 Juli 2026 | 21:03:01 WIB
Ilustrasi Ai.

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mengembangkan riset identifikasi fenotipe untuk varietas cabai unggul. Proses identifikasi ini dirancang agar berjalan lebih cepat, objektif, dan konsisten dengan berbasis kecerdasan buatan (AI) serta Computer Vision.

Kepala Pusat Riset Sains Data dan Informasi (PRSDI) BRIN, Eka Prakasa, dalam sebuah diskusi daring di Jakarta pada Rabu menyatakan bahwa implementasi teknologi ini mampu mempercepat proses karakterisasi varietas tanaman yang awalnya masih mengandalkan pengamatan manual.

"Dalam jangka panjang, teknologi ini diharapkan memperkuat ekosistem pertanian digital Indonesia, meningkatkan produktivitas dan daya saing benih nasional, serta mendukung ketahanan pangan melalui pemanfaatan teknologi berbasis data," katanya.

Eka menjelaskan bahwa penerapan sistem canggih ini sangat membantu dalam pengujian kemurnian benih. Selain itu, teknologi tersebut juga mendukung proses seleksi program pemuliaan tanaman sekaligus menaikkan efisiensi dalam sertifikasi varietas.

Lebih lanjut, dia memaparkan bahwa sistem berbasis AI ini dapat difungsikan sebagai alat pembantu pengambilan keputusan. Sistem ini berguna bagi peneliti, pemulia, produsen benih, hingga instansi pemerintah agar pengembangan varietas unggul berjalan efektif.

Pada kesempatan yang sama, Peneliti PRSDI BRIN, Wiwin Suwarningsih, mengungkapkan bahwa kebutuhan terhadap identifikasi varietas yang cepat, akurat, dan konsisten kini terus melonjak demi menopang pemuliaan tanaman, sertifikasi benih, perlindungan varietas, hingga pengelolaan plasma nutfah.

Menurut Wiwin, lompatan teknologi AI, khususnya pada bidang Computer Vision dan Deep Learning, membuka peluang besar dalam mendeteksi fenotipe tanaman secara otomatis lewat analisis gambar daun serta karakter morfologi luar lainnya.

"Teknologi ini mampu mengekstraksi pola visual yang sulit dikenali secara manual, sehingga meningkatkan akurasi dan efisiensi proses identifikasi. Oleh karena itu, riset ini dilakukan untuk mengembangkan sistem identifikasi fenotipe cabai berbasis AI yang dapat mendukung digitalisasi proses karakterisasi varietas cabai di Indonesia," ujarnya.

Wiwin menyebutkan bahwa target utama dari riset tersebut adalah menciptakan metode pengenalan varietas cabai yang serbakilat, objektif, akurat, dan konsisten. Proyek ini pun ditargetkan mampu menyatukan data fenotipe dengan teknologi kecerdasan buatan demi karakterisasi otomatis.

"Riset ini akan dapat mendukung kegiatan pemuliaan tanaman, sertifikasi benih, pengujian kemurnian varietas, dan konservasi sumber daya genetik melalui teknologi digital. Riset ini dapat juga menjadi rekomendasi penerapan teknologi AI untuk mendukung pemuliaan tanaman, pengujian kemurnian benih, sertifikasi varietas, dan perlindungan varietas tanaman di Indonesia," tutur Wiwin Suwarningsih.

Terkini