JAKARTA - Kinerja keuangan PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) sepanjang 2025 menunjukkan hasil yang solid di tengah tantangan industri kepelabuhanan dan jasa maritim.
Perusahaan berhasil mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp8,74 triliun, didorong oleh kontribusi dari enam lini bisnis utama yang dikelola secara terintegrasi. Capaian ini sekaligus memperlihatkan bagaimana strategi peningkatan layanan dan kepercayaan pelanggan menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan berkelanjutan.
Secara tahunan, pendapatan SPJM tersebut tumbuh 20,29% dibandingkan periode sebelumnya. Selain itu, realisasi ini juga melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) dengan tingkat pencapaian 109,84%. Pertumbuhan tersebut menegaskan bahwa penguatan operasional dan optimalisasi aset menjadi kunci dalam memperbaiki performa korporasi.
Pendapatan Melonjak dan Target RKAP Terlampaui
SPJM mengandalkan enam lini bisnis utama, yakni marine, equipment, port services, dredging, dan shipyard. Seluruh sektor tersebut berkontribusi signifikan terhadap total pendapatan perusahaan sepanjang 2025. Kinerja yang solid ini sejalan dengan peningkatan aktivitas pelayanan yang diberikan kepada pengguna jasa di berbagai wilayah operasional.
SVP Sekretaris Perusahaan SPJM Tubagus Patrick menyampaikan bahwa pencapaian pendapatan tersebut tidak terlepas dari peningkatan kualitas layanan yang dijalankan secara konsisten. Ia menilai performa keuangan perusahaan berjalan beriringan dengan kinerja operasional yang menunjukkan tren positif di hampir seluruh segmen.
“Pencapaian2025 cukup luar biasa karena SPJM mampu menunjukkan performa cemerlang dengan pelampauan target yang telah ditetapkan hingga akhir tahun. Faktor kunci kami kepercayaan pelanggan serta perbaikan layanan untuk operasional," ucap Tubagus Patrick di Makassar.
Pernyataan tersebut mencerminkan bahwa keberhasilan SPJM tidak hanya diukur dari sisi finansial, tetapi juga dari kemampuan perusahaan mempertahankan kepercayaan pasar melalui peningkatan mutu pelayanan.
Kinerja Operasional Layanan Marine dan Penundaan
Pada lini marine, layanan pemanduan menjadi salah satu penopang utama kinerja perusahaan. Sepanjang 2025, layanan pemanduan SPJM tercatat mencapai 3,54 miliar gerakan, atau terealisasi 110,80% dari target RKAP. Angka ini menunjukkan bahwa aktivitas kapal yang dilayani perusahaan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan arus logistik nasional.
Sementara itu, layanan penundaan juga mencatat kinerja yang lebih tinggi dari target. Sepanjang tahun, penundaan mencapai 5,36 miliar GT jam, dengan realisasi 114,88% dari RKAP 2025. Tingginya volume layanan ini menggambarkan peran strategis SPJM dalam mendukung kelancaran aktivitas pelayaran di berbagai pelabuhan.
Selain itu, layanan docking juga menunjukkan kinerja yang sangat signifikan. Realisasi docking tercatat sebanyak 53 unit, jauh melampaui target RKAP 2025 yang hanya 34 unit, atau setara dengan 155,88% dari target. Hal ini menandakan meningkatnya kebutuhan perawatan dan perbaikan kapal yang dapat dimanfaatkan secara optimal oleh SPJM.
Kontribusi Dredging dan Pengelolaan Alur
Di sektor pengerukan (dredging), SPJM mencatat realisasi sebesar 1,94 juta meter kubik sepanjang 2025. Kinerja ini menjadi penting dalam menjaga kedalaman alur pelayaran agar tetap aman dan efisien bagi kapal-kapal yang melintas.
Sementara itu, pengelolaan alur juga menunjukkan performa yang solid. Total pengelolaan alur mencapai 27,96 juta ton atau setara dengan 117,58% dari target RKAP. Capaian ini mencerminkan efektivitas perusahaan dalam mengelola jalur pelayaran yang menjadi tulang punggung aktivitas logistik nasional.
Kinerja di sektor dredging dan pengelolaan alur tersebut memperlihatkan bahwa SPJM tidak hanya berfokus pada layanan langsung kepada kapal, tetapi juga pada infrastruktur pendukung yang memastikan keselamatan dan kelancaran pelayaran.
Layanan Port Services dan Distribusi Energi
Pada lini port services atau layanan pelabuhan, berbagai jenis layanan mencatat kinerja positif. Distribusi BBM mencapai 67.660 kiloliter, sementara distribusi gas terealisasi sebesar 15,32 juta MMBTU. Penyediaan air bersih tercatat mencapai 2,93 juta ton, sedangkan penyediaan listrik sebesar 215,09 juta kWh.
Selain itu, layanan waste management terealisasi sebesar 240.700 kilogram, dan layanan oil spill response (OSR) berada di angka 15,61 juta ton. Rangkaian layanan tersebut menunjukkan bahwa SPJM memiliki peran penting dalam mendukung operasional pelabuhan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Diversifikasi layanan port services ini juga menjadi strategi perusahaan dalam memperluas sumber pendapatan, tidak hanya mengandalkan satu jenis jasa, tetapi memanfaatkan peluang di berbagai sektor pendukung pelabuhan.
Kinerja Positif Lini Equipment
Lini bisnis equipment atau peralatan juga mencatat hasil yang menggembirakan. Tingkat availability atau ketersediaan alat mencapai 90,22%, yang berarti melebihi target RKAP dengan realisasi sebesar 106,14%. Hal ini menunjukkan bahwa peralatan operasional perusahaan berada dalam kondisi siap pakai untuk mendukung aktivitas layanan.
Mean Time To Repair (MTTR) tercatat melampaui RKAP sebesar 124,56% dengan realisasi 4,01 jam. Sementara itu, Mean Time Between Failure (MTBF) mencapai 452,42% terhadap RKAP 2025 di angka 135,73 jam. Indikator ini mencerminkan tingkat keandalan peralatan yang semakin baik, sehingga mampu meminimalkan gangguan operasional.
Peningkatan kinerja di lini equipment ini turut memperkuat posisi SPJM sebagai penyedia jasa maritim yang andal, karena kesiapan alat menjadi faktor krusial dalam mendukung layanan pemanduan, penundaan, hingga pengerukan.
Secara keseluruhan, pencapaian pendapatan Rp8,74 triliun pada 2025 memperlihatkan bahwa SPJM berhasil mengelola potensi bisnisnya secara optimal. Pertumbuhan yang dicapai tidak hanya ditopang oleh satu sektor, melainkan oleh sinergi seluruh lini bisnis, mulai dari marine, dredging, hingga equipment. Dengan tren positif tersebut, SPJM memiliki fondasi yang kuat untuk mempertahankan kinerja pada tahun-tahun berikutnya sekaligus memperluas kontribusi terhadap sektor maritim nasional.