TNI

Sinergi TNI dan Warga Percepat Perbaikan Jembatan Pascabencana Aceh

Sinergi TNI dan Warga Percepat Perbaikan Jembatan Pascabencana Aceh
Sinergi TNI dan Warga Percepat Perbaikan Jembatan Pascabencana Aceh

JAKARTA - Pemulihan infrastruktur menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat Aceh setelah banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah. 

Akses yang terputus akibat rusaknya jembatan membuat aktivitas warga terhambat dan sejumlah daerah sempat terisolasi. Dalam situasi tersebut, kolaborasi antara personel TNI dan masyarakat menjadi kunci utama untuk mempercepat perbaikan jembatan agar roda kehidupan warga kembali berputar.

Kehadiran prajurit TNI di berbagai titik terdampak bencana bukan hanya membawa alat dan tenaga, tetapi juga semangat gotong royong yang menggerakkan masyarakat setempat. Bersama warga, TNI terlibat langsung dalam pekerjaan fisik, mulai dari pengangkutan material hingga pembangunan fondasi jembatan darurat dan permanen.

Gotong Royong TNI dan Warga Buka Akses Terisolasi

Tim Media Presiden melaporkan bahwa sinergi antara TNI dan masyarakat terus dilakukan untuk mempercepat pembukaan kembali wilayah-wilayah yang terdampak parah akibat bencana alam di Aceh.

“Bersama masyarakat setempat para personel TNI bekerja tanpa henti untuk membuka kembali daerah-daerah yang terisolasi akibat bencana,” tulis laporan dari Tim Media Presiden di Jakarta.

Sinergi tersebut menjadi gambaran nyata kebersamaan antara aparat negara dan masyarakat dalam menghadapi masa sulit. Dengan kondisi medan yang tidak mudah dan keterbatasan alat di beberapa lokasi, kerja bersama menjadi solusi paling efektif untuk mempercepat pemulihan.

Perbaikan Jembatan di Aceh Tengah dan Sekitarnya

Kegiatan gotong royong TNI dan warga terlihat jelas di Desa Burni Bius, Kecamatan Silih Nara. Di lokasi ini, para prajurit bersama masyarakat setempat mengangkut material bangunan dan melakukan pengecoran fondasi jembatan yang rusak akibat bencana.

Upaya serupa juga berlangsung di Desa Burlah, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah. Bersama warga, prajurit TNI mengecor fondasi jembatan gantung agar dapat kembali difungsikan sebagai jalur penghubung antardesa. Proses pengerjaan dilakukan secara bertahap, dengan memperhatikan kekuatan fondasi demi keselamatan pengguna jembatan.

Kehadiran TNI memberikan dorongan moral bagi masyarakat, yang secara sukarela ikut membantu meski harus bekerja dalam kondisi yang tidak selalu ideal.

Pembangunan Jembatan Gantung di Berbagai Kabupaten

Tidak hanya di Aceh Tengah, sinergi TNI dan masyarakat juga terlihat di Desa Ara Bungong, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen. Di desa ini, prajurit TNI bahu-membahu dengan warga setempat menyelesaikan pembangunan jembatan gantung, khususnya pada bagian fondasi.

Kebersamaan serupa terjadi di Desa Uyem Beriring, Kecamatan Tripe Jaya, Kabupaten Gayo Lues. Di lokasi tersebut, personel TNI dan masyarakat bergotong royong mengangkut batu-batu fondasi serta menyiapkan lokasi pembangunan jembatan. Aktivitas dilakukan secara manual, menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan di tengah keterbatasan.

Sementara itu, di Desa Batu Sumbang dan Desa Pante Kera, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, prajurit TNI tengah melakukan pemasangan lantai jembatan gantung. Pekerjaan ini menjadi tahap penting agar jembatan segera dapat digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari.

Semangat Kebersamaan Warnai Proses Pembangunan

Di Desa Gumpang Lempuh, Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, pemandangan gotong royong terlihat lebih kuat. Para personel TNI dan masyarakat setempat berbaris sejajar membentuk barisan panjang untuk mengoper ember berisi pasir yang digunakan dalam pembangunan jembatan gantung.

Sementara itu, di Desa Blangtemung, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, masyarakat setempat secara bersama-sama membantu prajurit TNI memindahkan tiang besi yang akan digunakan sebagai penyangga jembatan darurat. Kerja sama ini mempercepat proses pembangunan dan memperkuat ikatan sosial antara TNI dan warga.

Semangat kebersamaan yang terbangun selama proses perbaikan jembatan menjadi modal sosial penting bagi masyarakat dalam menghadapi dampak bencana.

Perbaikan Infrastruktur Dipercepat Demi Aktivitas Warga

Berkat kerja sama erat dengan masyarakat, sejumlah pembangunan jembatan berhasil dikebut. Di Desa Karang Rejo, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, pembangunan jembatan dilaporkan hampir rampung. Para personel TNI fokus menangani sisa-sisa material agar jembatan dapat segera dilalui masyarakat dengan aman dan nyaman.

Selain jembatan, TNI juga membantu perbaikan infrastruktur lainnya sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana. Di Desa Jambak, Kecamatan Pante, Kabupaten Aceh Barat, alat berat milik Zeni TNI AD diturunkan untuk membangun tanggul serta memindahkan jalur jalan yang hancur diterjang banjir.

Keterlibatan TNI dalam pemulihan infrastruktur ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, yang menegaskan bahwa negara harus hadir di tengah rakyat, khususnya saat menghadapi masa-masa sulit. Melalui sinergi dengan masyarakat, TNI berupaya memastikan proses pemulihan berjalan lebih cepat dan aktivitas warga Aceh dapat kembali normal secara bertahap.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index