Kopi

5 Kebiasaan Minum Kopi yang Perlu Dihindari Demi Kesehatan Jangka Panjang

5 Kebiasaan Minum Kopi yang Perlu Dihindari Demi Kesehatan Jangka Panjang
5 Kebiasaan Minum Kopi yang Perlu Dihindari Demi Kesehatan Jangka Panjang

JAKARTA - Bagi banyak orang, kopi bukan sekadar minuman, melainkan bagian dari gaya hidup sehari-hari.

Secangkir kopi sering menjadi teman setia untuk memulai pagi, menemani jam kerja, hingga mengusir rasa kantuk di tengah aktivitas padat. Aroma khas dan rasa pahit yang menggugah membuat kopi memiliki tempat istimewa di hati para penikmatnya.

Di balik manfaatnya dalam meningkatkan fokus dan energi, cara mengonsumsi kopi ternyata tak bisa dianggap sepele. Kebiasaan minum kopi yang kurang tepat, jika dilakukan secara terus-menerus, berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan. Mulai dari gangguan tidur, masalah jantung, hingga ketidakseimbangan gula darah bisa muncul tanpa disadari.

Agar manfaat kopi tetap bisa dirasakan tanpa mengorbankan kesehatan, penting untuk memperhatikan kebiasaan saat mengonsumsinya. Melansir dari laman Health, terdapat beberapa kebiasaan cara minum kopi yang sebaiknya dihindari agar tubuh tetap sehat dan bugar.

Minum Kopi Terlalu Sore Hari

Salah satu kebiasaan yang kerap dilakukan adalah minum kopi terlalu mendekati waktu tidur. Padahal, kafein merupakan stimulan yang bekerja langsung pada sistem saraf pusat dan efeknya dapat bertahan cukup lama di dalam tubuh.

Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kopi hingga enam jam sebelum tidur dapat mengganggu kualitas istirahat. Tidur menjadi kurang nyenyak, durasinya berkurang, dan tubuh tidak mendapatkan pemulihan yang optimal. Padahal, tidur berkualitas berperan penting dalam menjaga suasana hati, fokus, daya tahan tubuh, serta mencegah berbagai penyakit kronis.

Untuk menghindari gangguan tidur, sebaiknya hentikan konsumsi kopi setidaknya enam jam sebelum waktu tidur. Jika masih ingin menikmati kopi di sore hari, memilih kopi tanpa kafein bisa menjadi alternatif yang lebih aman.

Sering Mengonsumsi Kopi Tanpa Disaring

Kopi yang tidak melalui proses penyaringan, seperti French press, kopi Turki, atau espresso, memiliki cita rasa yang kuat dan khas. Namun, jika dikonsumsi terlalu sering, jenis kopi ini dapat berdampak kurang baik bagi kesehatan jantung.

Kopi tanpa saring mengandung senyawa alami bernama cafestol dan kahweol dalam jumlah lebih tinggi. Senyawa ini diketahui dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat LDL dalam darah. Kadar LDL yang tinggi berhubungan erat dengan risiko penyakit jantung dan stroke.

Untuk menjaga kesehatan jantung, sebaiknya lebih sering memilih kopi yang diseduh menggunakan kertas filter. Kopi tanpa saring tetap boleh dinikmati sesekali, misalnya sebagai variasi di akhir pekan, namun tidak disarankan menjadi konsumsi harian.

Menambahkan Gula atau Pemanis Berlebihan

Bagi sebagian orang, rasa pahit kopi terasa kurang lengkap tanpa tambahan gula atau pemanis. Sayangnya, kebiasaan menambahkan gula dalam jumlah berlebihan dapat meningkatkan asupan gula harian secara signifikan.

Konsumsi gula berlebih berisiko memicu tekanan darah tinggi serta penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung. Selain itu, asupan gula yang tinggi juga dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik di usus, memperburuk kesehatan mental, serta meningkatkan risiko kenaikan berat badan dan obesitas.

Agar lebih sehat, menikmati kopi tanpa gula bisa menjadi pilihan terbaik. Jika rasa pahit terasa terlalu kuat, Anda dapat menggunakan pemanis alami dalam jumlah terbatas sebagai alternatif yang lebih aman.

Minum Kopi Tepat Setelah Bangun Tidur

Langsung menyeruput kopi begitu bangun tidur merupakan kebiasaan umum yang dianggap ampuh mengusir kantuk. Namun, kebiasaan ini ternyata bukan pilihan terbaik untuk mendapatkan energi jangka panjang.

Minum kopi terlalu pagi dapat mengganggu kerja adenosin, senyawa di otak yang berperan dalam mengatur ritme tidur dan bangun alami tubuh. Akibatnya, tubuh justru bisa menjadi lebih cepat lelah dan membutuhkan lebih banyak kafein di kemudian hari.

Untuk hasil yang lebih optimal, disarankan menunda minum kopi sekitar 60 hingga 90 menit setelah bangun tidur. Sambil menunggu, Anda bisa minum air putih, berjemur di bawah cahaya matahari pagi, atau melakukan aktivitas ringan. Dengan cara ini, efek kopi justru terasa lebih maksimal dan kebutuhan kafein bisa lebih terkendali.

Menjadikan Kopi sebagai Pengganti Makan

Sebagian orang menggunakan kopi sebagai pengganti makan dengan tujuan menekan rasa lapar atau membantu menurunkan berat badan. Meski kopi memang dapat membantu mengontrol nafsu makan, minuman ini tidak mengandung nutrisi lengkap yang dibutuhkan tubuh.

Mengandalkan kopi saja tanpa asupan makanan berisiko membuat tubuh kekurangan protein, serat, vitamin, dan mineral penting. Kondisi ini dapat berdampak pada penurunan energi, gangguan pencernaan, hingga ketidakseimbangan gula darah.

Kopi sebaiknya dikonsumsi setelah makan, misalnya setelah sarapan, agar membantu metabolisme tubuh dan menjaga kestabilan energi. Untuk kebanyakan orang, konsumsi kafein hingga 400 miligram atau sekitar satu hingga empat cangkir kopi per hari masih tergolong aman.

Jika rasa lelah muncul di sore hari, memilih camilan tinggi protein dan serat serta mencukupi kebutuhan cairan dengan air putih dapat memberikan energi yang lebih stabil dibandingkan hanya mengandalkan kopi.

Itulah lima kebiasaan cara minum kopi yang sebaiknya dihindari. Dengan memperhatikan waktu, cara penyajian, serta jumlah konsumsi, Anda tetap bisa menikmati kopi sebagai bagian dari rutinitas harian tanpa mengorbankan kesehatan. Semoga bermanfaat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index