Mendikdasmen

Pemulihan Pendidikan Pascabanjir, Mendikdasmen Resmikan Enam Ruang Kelas Darurat Pidie Jaya

Pemulihan Pendidikan Pascabanjir, Mendikdasmen Resmikan Enam Ruang Kelas Darurat Pidie Jaya
Pemulihan Pendidikan Pascabanjir, Mendikdasmen Resmikan Enam Ruang Kelas Darurat Pidie Jaya

JAKARTA - Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir 2025 lalu tidak hanya merusak permukiman warga, tetapi juga berdampak besar pada sektor pendidikan. Banyak sekolah mengalami kerusakan sehingga kegiatan belajar mengajar sempat terganggu. 

Untuk memastikan proses pendidikan tetap berjalan, pemerintah mulai mengambil berbagai langkah percepatan pemulihan, termasuk pembangunan ruang kelas darurat bagi siswa di wilayah terdampak.

Salah satu langkah nyata tersebut terlihat dalam kunjungan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti ke Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Dalam kunjungan tersebut, ia meninjau langsung kondisi sekolah yang terdampak banjir serta meresmikan penggunaan ruang kelas darurat yang dibangun untuk mendukung kelangsungan proses belajar mengajar.

Selain meresmikan fasilitas sementara tersebut, Mendikdasmen juga menyerahkan bantuan buku serta memberikan motivasi kepada para siswa agar tetap semangat menjalani proses pembelajaran meskipun menghadapi berbagai keterbatasan akibat bencana.

Kunjungan Mendikdasmen ke Sekolah Terdampak Bencana

Mendikdasmen Abdul Mu'ti melakukan kunjungan langsung ke SMA Negeri 2 Mereudeu di Kabupaten Pidie Jaya. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan bahwa proses pemulihan pendidikan berjalan dengan baik setelah bencana banjir yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu.

Menurut pernyataan yang diterima di Jakarta, Selasa, dalam kunjungan tersebut Mendikdasmen menyapa para peserta didik, menyerahkan bantuan buku pembelajaran, serta meresmikan enam ruang kelas darurat yang telah dibangun untuk digunakan oleh siswa.

"Saya mengunjungi SMA Negeri 2 Mereudeu di Pidie Jaya untuk meresmikan enam RKD dan membagikan sejumlah bantuan buku serta peralatan sekolah. Ini adalah wujud nyata upaya kami untuk mempercepat proses pembangunan dan rekonstruksi pasca-musibah yang melanda di Sumatra, khususnya di Kabupaten Pidie Jaya," kata Mendikdasmen.

Kehadiran ruang kelas darurat tersebut diharapkan dapat membantu siswa kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan lebih nyaman setelah sebelumnya harus belajar dalam kondisi yang sangat terbatas.

Ruang Kelas Darurat Sebagai Solusi Sementara

Enam ruang kelas darurat yang diresmikan di SMA Negeri 2 Mereudeu merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan proses pembelajaran tetap berjalan meskipun gedung utama sekolah masih dalam tahap rekonstruksi.

Menurut Abdul Mu'ti, pembangunan ruang kelas darurat ini bersifat sementara dan akan digunakan sampai proses pembangunan kembali gedung sekolah selesai dilakukan.

"Kami terus mengusahakan agar pelaksanaan rekonstruksi gedung sekolah dapat segera dilakukan. Dan juga ketika gedung sekolah sudah berdiri, RKD dapat dimanfaatkan seperti kantin atau hal lainnya terkait proses pembelajaran," ujarnya.

Dengan adanya fasilitas tersebut, para siswa tidak lagi harus mengikuti pembelajaran di tenda darurat seperti yang terjadi sebelumnya setelah bencana banjir melanda wilayah tersebut.

Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mempercepat pemulihan sektor pendidikan di daerah terdampak bencana.

Sekolah Paling Parah Terdampak Banjir

Kepala SMA Negeri 2 Mereudeu Muhammadiah menjelaskan bahwa sekolah yang dipimpinnya merupakan salah satu yang mengalami dampak paling parah akibat banjir yang terjadi pada akhir November 2025.

Kerusakan yang terjadi menyebabkan proses pembelajaran harus dilakukan dalam kondisi darurat selama beberapa waktu sebelum ruang kelas sementara dapat digunakan.

"Di tengah suasana bulan suci Ramadhan ini, kami mengucapkan rasa syukur peresmian enam RKD. Kami sangat tersanjung akan kunjungan Menteri Mu'ti, ini menjadi sebuah momentum untuk kami dapat bangkit dan terus lebih baik ke depannya," ujar Diah.

Ia juga menyampaikan bahwa SMA Negeri 2 Mereudeu termasuk dalam daftar sekolah yang akan mendapatkan pembangunan gedung baru oleh Kemendikdasmen bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat.

Seluruh bangunan gedung sekolah, kata dia, akan diratakan dan kembali dibangun sesuai dengan perencanaan gambar bangunan yang baru.

Langkah tersebut diharapkan dapat menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih baik bagi para siswa setelah proses rekonstruksi selesai dilakukan.

Pengalaman Siswa Belajar di Tenda Darurat

Sebelum adanya ruang kelas darurat yang baru diresmikan, para siswa di SMA Negeri 2 Mereudeu harus mengikuti kegiatan belajar mengajar dalam kondisi yang sangat sederhana.

Salah seorang siswi sekolah tersebut, Israqiah, menceritakan bahwa proses pembelajaran sebelumnya berlangsung di tenda darurat dengan fasilitas yang sangat terbatas.

"Saya melihat langsung proses pembangunan RKD ini yang sangat cepat. Ruangannya cukup baik, ada bangku, meja, dan papan tulis. Senang rasanya bisa kembali belajar di ruang kelas," ucap Isra.

Hal serupa juga disampaikan oleh siswi lainnya, Ziadatul Una, yang mengaku sangat bersyukur dapat kembali belajar di ruang kelas setelah cukup lama menunggu sejak bencana terjadi.

"Kami sangat bersyukur untuk semua bantuan yang hari ini kami terima. Semoga pendidikan di kota kami kembali pulih dan kami semua dapat bersekolah dengan aman dan bahagia," ucap Una.

Kehadiran ruang kelas darurat tersebut memberikan harapan baru bagi para siswa agar proses belajar mengajar dapat berjalan lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Bantuan Pendidikan dan Program Rekonstruksi Sekolah

Dalam kunjungan tersebut, Mendikdasmen Abdul Mu’ti juga menyerahkan bantuan buku pembelajaran serta Bantuan Pendidikan Tahun 2026 dengan nilai mencapai Rp25 juta.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu sekolah dalam mendukung kegiatan pembelajaran selama masa pemulihan pascabencana.

Di Kabupaten Pidie Jaya sendiri terdapat total 21 ruang kelas darurat yang tersebar di lima sekolah. Fasilitas tersebut dibangun sebagai solusi sementara agar proses pendidikan tetap berjalan meskipun gedung sekolah mengalami kerusakan.

Selain itu, pemerintah melalui Kemendikdasmen juga terus mempercepat program pemulihan pendidikan di berbagai wilayah terdampak bencana.

Per 6 Maret 2026 Kemendikdasmen telah melakukan Perjanjian Kerja Sama dengan 1.642 sekolah dengan nilai bantuan mencapai lebih dari Rp1,741 triliun.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.357 sekolah akan dikerjakan secara swakelola oleh pihak sekolah, sementara 187 sekolah lainnya akan dibangun dengan dukungan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat.

Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap proses pemulihan sektor pendidikan di daerah terdampak bencana dapat berjalan lebih cepat sehingga para siswa dapat kembali belajar dengan aman dan nyaman.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index