Huntara

Sebanyak 3.005 Huntara di Aceh Timur Sudah Ditempati Warga Korban Bencana Hidrometeorologi 2025

Sebanyak 3.005 Huntara di Aceh Timur Sudah Ditempati Warga Korban Bencana Hidrometeorologi 2025
Sebanyak 3.005 Huntara di Aceh Timur Sudah Ditempati Warga Korban Bencana Hidrometeorologi 2025

JAKARTA - Bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Aceh Timur pada akhir November 2025 meninggalkan dampak besar bagi ribuan warga. 

Banyak rumah masyarakat mengalami kerusakan sehingga memaksa mereka harus mengungsi dan menunggu solusi tempat tinggal sementara dari pemerintah.

Seiring berjalannya waktu, pemerintah daerah bersama berbagai pihak mulai membangun hunian sementara sebagai tempat tinggal bagi masyarakat yang terdampak. Hunian tersebut diharapkan dapat memberikan perlindungan sementara sekaligus membantu warga kembali menjalani kehidupan sehari-hari secara lebih layak setelah bencana.

Pembangunan hunian sementara ini juga menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabencana yang dilakukan secara bertahap. Pemerintah daerah berupaya memastikan warga yang terdampak dapat segera menempati tempat tinggal yang lebih aman sambil menunggu pembangunan hunian permanen di masa mendatang.

Ribuan Hunian Sementara Sudah Ditempati Warga

Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky menyatakan 3.005 hunian sementara (huntara) masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di daerah itu sudah ditempati.

"Hingga saat ini, sebanyak 3.005 unit huntara sudah ditempati masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi yang terjadi akhir November 2025," kata dia dihubungi dari Banda Aceh, Rabu.

Ia mengatakan dari 3.005 huntara tersebut, 2.346 unit di antaranya merupakan huntara insitu atau hunian yang dibangun di tanah asal warga terdampak bencana.

Selain itu, 659 unit merupakan huntara komunal. Huntara komunal merupakan hunian sementara yang terpusat di suatu tempat dalam satu kawasan.

Menurutnya, pembangunan hunian sementara ini dilakukan untuk memastikan warga memiliki tempat tinggal yang layak setelah rumah mereka terdampak bencana.

Huntara Tersebar di 18 Kecamatan Aceh Timur

Ia menyebutkan ribuan huntara yang sudah ditempati tersebut tersebar di 18 kecamatan di Kabupaten Aceh Timur, yakni Madat, Pante Bidari, Peureulak Barat, Simpang Ulim, dan Banda Alam.

Selain itu, Kecamatan Idi Rayeuk, Peunaron, Julok, Ranto Peureulak, Serbajadi, Simpang Jernih, Rantau Selamat, Indar Makmur, Idi Tunong, Peudawa, Sungai Raya, serta Darul Aman.

Penyebaran hunian sementara di berbagai kecamatan tersebut dilakukan agar masyarakat yang terdampak dapat tetap tinggal di wilayah yang tidak jauh dari tempat tinggal asal mereka.

Hal ini juga memudahkan warga untuk tetap menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk bekerja, bersekolah, dan menjalankan kegiatan sosial di lingkungan masing-masing.

Pembangunan Huntara Masih Terus Berlanjut

"Selain huntara yang sudah ditempati tersebut, sebanyak 138 unit huntara insitu dan 14 kopel huntara komunal lainnya masih dalam proses pembangunan," kata Iskandar Usman Al-Farlaky.

Dari 138 huntara insitu yang sedang dibangun tersebut, kata dia, 112 unit di antaranya dengan progres lebih dari 50 persen dan 26 unit lainnya di bawah 50 persen.

Ia mengatakan proses pembangunan huntara komunal, dari 14 kopel yang sedang dibangun, sembilan kopel di antaranya dengan progres lebih dari 50 persen, sedangkan lima kopel lainnya dengan progres pembangunan kurang dari 50 persen.

Pembangunan hunian sementara ini terus dipercepat agar seluruh warga terdampak dapat segera memperoleh tempat tinggal sementara yang layak.

Kendala Lokasi dan Material Bangunan

Ia menyebutkan beberapa kendala dalam pembangunan hunian sementara tersebut, di antaranya lokasi cukup jauh seperti di Serbajadi, Pante Bidari, dan Simpang Jernih.

Lokasi yang jauh tersebut menyulitkan saat pengangkutan material huntara.

Selain itu, keterbatasan dan ketersediaan material juga menjadi kendala pembangunan hunian bagi korban bencana hidrometeorologi tersebut.

Kondisi geografis wilayah yang cukup jauh dari pusat distribusi bahan bangunan membuat proses pengiriman material menjadi lebih lama dibandingkan daerah lain.

Meski demikian, berbagai upaya terus dilakukan agar pembangunan tetap berjalan sesuai rencana.

Target Rampung Sebelum Idul Fitri

"Kendati ada kendala, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB terus memacu pembangunan hunian. Kami mengusahakan huntara tersebut sudah dapat ditempati sebelum Idul Fitri 1447 Hijriah," kata Iskandar Usman Al-Farlaky.

Pemerintah daerah bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana terus mempercepat proses pembangunan agar seluruh hunian sementara dapat segera dimanfaatkan oleh warga yang membutuhkan.

Dengan adanya hunian sementara ini, diharapkan masyarakat yang terdampak bencana dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih aman dan nyaman sambil menunggu proses pemulihan pascabencana berjalan sepenuhnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index