Atip Latipulhayat Tinjau MPLS Ramah dan Tekankan Kolaborasi Rumah

Atip Latipulhayat Tinjau MPLS Ramah dan Tekankan Kolaborasi Rumah
Wamendikdasmen Atip Latipulhayat mengajak para murid baru saling mengenal dan mengingat nama teman baru saat meninjau hari pertama kegiatan MPLS Ramah SMP.

JAKARTA - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat mengajak seluruh siswa baru untuk saling menyapa, berkenalan, dan menghafal nama teman barunya ketika memantau pelaksanaan hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah tingkat SMP.

Dirinya menyebutkan bahwa para siswa baru yang mulai masuk kelas 7 wajib mengenali teman satu angkatannya, sebab mereka bakal bersama-sama menempuh masa belajar hingga tiga tahun mendatang.

“Harus kenal teman minimal yang ada di depannya, karena nanti adik-adik selama 3 tahun akan bergaul dengan teman-teman ini semua ya. Jadi, siapa yang sudah mengenal teman yang ada di depannya?,” ujar Atip saat berinteraksi dengan para murid baru yang mengikuti rangkaian kegiatan MPLS Ramah hari pertama di SMPN 57, Jakarta Pusat, Senin.

Dirinya menambahkan bahwa para pelajar baru bakal menjumpai guru, kakak kelas, serta atmosfer belajar yang baru, sehingga krusial untuk membentuk kebiasaan baru yang jauh lebih positif dibanding masa sekolah dasar dahulu.

“Jadi penekanannya adalah sosialisasi memperkenalkan siswa-siswi untuk lingkungan sekolah yang baru, dan bagaimana mereka berteman, memiliki teman yang baru,” ujar Atip.

Oleh sebab itu, kementeriannya juga menitikberatkan persoalan urgensi penguatan implementasi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH) di lingkungan sekolah tingkat SMP.

Mengenai penguatan kebiasaan tersebut, Wamendikdasmen Atip meminta pihak sekolah untuk bersinergi dengan wali murid beserta keluarga, karena 80 persen pembentukan karakter baik sejatinya berakar dari lingkungan rumah.

“Dari tujuh kebiasaan itu, 80 persen terjadi di rumah. Oleh karena itu, kolaborasi antara sekolah dan keluarga sesuatu yang niscaya. Karena 80 persen dari tujuh kebiasaan itu di rumah. Berarti para orang tua diminta menjadi bagian dari proses pembelajaran. Itu yang kami tekankan untuk MPLS yang sekarang,” katanya.

Pada momentum yang sama, Kepala SMPN 57 Jakarta Agustin Kantiastuti menyampaikan bahwa institusinya tahun ini menggelar rangkaian agenda MPLS Ramah lewat usungan tema Berkarakter, Berprestasi dan Berkolaborasi.

Dirinya memastikan pihak sekolah menggaransi tidak bakal ada tindakan kekerasan dalam wujud apa pun, termasuk aksi perundungan terhadap para siswa baru sepanjang masa MPLS Ramah ataupun saat kegiatan belajar mengajar reguler berjalan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index